Akhirnya sampai juga di tahap ini.
Setelah melewati kuliah, tugas, project, revisi, sidang, dan segala drama kecil selama prosesnya, akhirnya saya resmi yudisium.
Rasanya cukup campur aduk.
Senang, lega, capeknya terasa terbayar, tapi di sisi lain juga masih agak nggak percaya kalau fase kuliah ini benar-benar selesai.
Resmi Menyandang Gelar S.Tr.Kom
Setelah menyelesaikan pendidikan di program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, akhirnya saya resmi menyandang gelar:
S.Tr.Kom — Sarjana Terapan Komputer
Dengan IPK 3,82.
Buat saya, angka itu tentu punya arti.
Bukan sekadar hasil akhir, tapi pengingat dari semua proses yang sudah dilewati selama kuliah.
Ada mata kuliah yang gampang dipahami.
Ada yang bikin pusing.
Ada tugas yang selesai cepat.
Ada juga yang harus revisi berkali-kali.
Tapi ya, akhirnya sampai juga.
Ternyata Perjalanannya Lumayan Panjang
Kalau melihat ke belakang, rasanya banyak banget hal yang terjadi selama kuliah.
Bukan cuma soal belajar coding atau bikin sistem.
Selama di Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, saya belajar banyak hal mulai dari pengembangan aplikasi, database, analisis sistem, sampai bagaimana menyelesaikan sebuah project dari awal sampai jadi.
Tapi ternyata yang saya dapat nggak cuma soal teknis.
Saya juga belajar:
- Mengatur waktu
- Menghadapi deadline
- Kerja sama dalam tim
- Presentasi dan komunikasi
- Menyelesaikan masalah
- Menerima revisi
- Dan yang paling penting: tetap lanjut meskipun kadang capek
Kelihatannya sederhana, tapi hal-hal seperti itu justru yang paling terasa setelah semuanya selesai.
IPK 3,82, Senang? Jelas
Saya tentu senang bisa menyelesaikan kuliah dengan IPK 3,82.
Tapi kalau ditanya apa bagian paling membanggakan dari proses ini, mungkin bukan angkanya saja.
Lebih ke fakta bahwa saya bisa menyelesaikan semuanya sampai akhir.
Karena selama kuliah, tentu nggak semua hari berjalan mulus.
Ada masa semangat.
Ada masa capek.
Ada masa merasa tugas nggak selesai-selesai.
Ada juga saat harus membagi fokus dengan aktivitas lain di luar kampus.
Jadi ketika akhirnya melihat semuanya selesai, rasanya lebih ke:
“Oh, ternyata bisa juga sampai sini.”
Yudisium Bukan Berarti Selesai Belajar
Yang cukup terasa setelah yudisium adalah ternyata selesai kuliah bukan berarti selesai belajar.
Justru rasanya sekarang mulai masuk ke fase yang berbeda.
Kalau selama kuliah arah belajarnya masih cukup jelas karena ada mata kuliah, dosen, tugas, dan jadwal, setelah lulus kita harus lebih banyak menentukan sendiri mau berkembang ke arah mana.
Dan menurut saya, ini justru bagian yang menarik.
Ilmu yang didapat selama kuliah menjadi dasar.
Setelah itu tinggal bagaimana saya terus mengembangkan skill, menambah pengalaman, dan mencoba hal-hal baru di dunia kerja.
Terima Kasih untuk Prosesnya
Kalau boleh jujur, selama menjalani kuliah tentu pernah ada fase pengin cepat selesai.
Tapi setelah benar-benar selesai, malah jadi sedikit kangen dengan prosesnya.
Deadline.
Tugas.
Presentasi.
Ngoding sampai malam.
Revisi.
Diskusi.
Semua yang dulu terasa melelahkan, sekarang justru jadi bagian dari cerita.
Mungkin memang seperti itu.
Saat masih dijalani rasanya berat.
Begitu selesai, baru sadar ternyata banyak hal yang bisa disyukuri.
Setelah Ini?
Yudisium bukan garis akhir.
Buat saya, ini lebih seperti tanda kalau satu tahap sudah selesai dan sekarang waktunya masuk ke tahap berikutnya.
Dari mahasiswa Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak menjadi seorang fresh graduate dengan gelar S.Tr.Kom.
Masih banyak yang harus dipelajari.
Masih banyak pengalaman yang ingin dicari.
Dan tentu masih banyak target berikutnya.
Tapi untuk sekarang, saya mau menikmati dulu satu kalimat sederhana:
Akhirnya yudisium juga.
Satu tahap selesai.
Saatnya lanjut ke perjalanan berikutnya.
Akhirnya sampai juga di tahap ini.
Setelah melewati kuliah, tugas, project, revisi, sidang, dan segala drama kecil selama prosesnya, akhirnya saya resmi yudisium.
Rasanya cukup campur aduk.
Senang, lega, capeknya terasa terbayar, tapi di sisi lain juga masih agak nggak percaya kalau fase kuliah ini benar-benar selesai.
Resmi Menyandang Gelar S.Tr.Kom
Setelah menyelesaikan pendidikan di program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, akhirnya saya resmi menyandang gelar:
S.Tr.Kom — Sarjana Terapan Komputer
Dengan IPK 3,82.
Buat saya, angka itu tentu punya arti.
Bukan sekadar hasil akhir, tapi pengingat dari semua proses yang sudah dilewati selama kuliah.
Ada mata kuliah yang gampang dipahami.
Ada yang bikin pusing.
Ada tugas yang selesai cepat.
Ada juga yang harus revisi berkali-kali.
Tapi ya, akhirnya sampai juga.
Ternyata Perjalanannya Lumayan Panjang
Kalau melihat ke belakang, rasanya banyak banget hal yang terjadi selama kuliah.
Bukan cuma soal belajar coding atau bikin sistem.
Selama di Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, saya belajar banyak hal mulai dari pengembangan aplikasi, database, analisis sistem, sampai bagaimana menyelesaikan sebuah project dari awal sampai jadi.
Tapi ternyata yang saya dapat nggak cuma soal teknis.
Saya juga belajar:
- Mengatur waktu
- Menghadapi deadline
- Kerja sama dalam tim
- Presentasi dan komunikasi
- Menyelesaikan masalah
- Menerima revisi
- Dan yang paling penting: tetap lanjut meskipun kadang capek
Kelihatannya sederhana, tapi hal-hal seperti itu justru yang paling terasa setelah semuanya selesai.
IPK 3,82, Senang? Jelas
Saya tentu senang bisa menyelesaikan kuliah dengan IPK 3,82.
Tapi kalau ditanya apa bagian paling membanggakan dari proses ini, mungkin bukan angkanya saja.
Lebih ke fakta bahwa saya bisa menyelesaikan semuanya sampai akhir.
Karena selama kuliah, tentu nggak semua hari berjalan mulus.
Ada masa semangat.
Ada masa capek.
Ada masa merasa tugas nggak selesai-selesai.
Ada juga saat harus membagi fokus dengan aktivitas lain di luar kampus.
Jadi ketika akhirnya melihat semuanya selesai, rasanya lebih ke:
“Oh, ternyata bisa juga sampai sini.”
Yudisium Bukan Berarti Selesai Belajar
Yang cukup terasa setelah yudisium adalah ternyata selesai kuliah bukan berarti selesai belajar.
Justru rasanya sekarang mulai masuk ke fase yang berbeda.
Kalau selama kuliah arah belajarnya masih cukup jelas karena ada mata kuliah, dosen, tugas, dan jadwal, setelah lulus kita harus lebih banyak menentukan sendiri mau berkembang ke arah mana.
Dan menurut saya, ini justru bagian yang menarik.
Ilmu yang didapat selama kuliah menjadi dasar.
Setelah itu tinggal bagaimana saya terus mengembangkan skill, menambah pengalaman, dan mencoba hal-hal baru di dunia kerja.
Terima Kasih untuk Prosesnya
Kalau boleh jujur, selama menjalani kuliah tentu pernah ada fase pengin cepat selesai.
Tapi setelah benar-benar selesai, malah jadi sedikit kangen dengan prosesnya.
Deadline.
Tugas.
Presentasi.
Ngoding sampai malam.
Revisi.
Diskusi.
Semua yang dulu terasa melelahkan, sekarang justru jadi bagian dari cerita.
Mungkin memang seperti itu.
Saat masih dijalani rasanya berat.
Begitu selesai, baru sadar ternyata banyak hal yang bisa disyukuri.
Setelah Ini?
Yudisium bukan garis akhir.
Buat saya, ini lebih seperti tanda kalau satu tahap sudah selesai dan sekarang waktunya masuk ke tahap berikutnya.
Dari mahasiswa Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak menjadi seorang fresh graduate dengan gelar S.Tr.Kom.
Masih banyak yang harus dipelajari.
Masih banyak pengalaman yang ingin dicari.
Dan tentu masih banyak target berikutnya.
Tapi untuk sekarang, saya mau menikmati dulu satu kalimat sederhana:
Akhirnya yudisium juga.
Satu tahap selesai.
Saatnya lanjut ke perjalanan berikutnya.
Akhirnya sampai juga di tahap ini.
Setelah melewati kuliah, tugas, project, revisi, sidang, dan segala drama kecil selama prosesnya, akhirnya saya resmi yudisium.
Rasanya cukup campur aduk.
Senang, lega, capeknya terasa terbayar, tapi di sisi lain juga masih agak nggak percaya kalau fase kuliah ini benar-benar selesai.
Resmi Menyandang Gelar S.Tr.Kom
Setelah menyelesaikan pendidikan di program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, akhirnya saya resmi menyandang gelar:
S.Tr.Kom — Sarjana Terapan Komputer
Dengan IPK 3,82.
Buat saya, angka itu tentu punya arti.
Bukan sekadar hasil akhir, tapi pengingat dari semua proses yang sudah dilewati selama kuliah.
Ada mata kuliah yang gampang dipahami.
Ada yang bikin pusing.
Ada tugas yang selesai cepat.
Ada juga yang harus revisi berkali-kali.
Tapi ya, akhirnya sampai juga.
Ternyata Perjalanannya Lumayan Panjang
Kalau melihat ke belakang, rasanya banyak banget hal yang terjadi selama kuliah.
Bukan cuma soal belajar coding atau bikin sistem.
Selama di Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, saya belajar banyak hal mulai dari pengembangan aplikasi, database, analisis sistem, sampai bagaimana menyelesaikan sebuah project dari awal sampai jadi.
Tapi ternyata yang saya dapat nggak cuma soal teknis.
Saya juga belajar:
- Mengatur waktu
- Menghadapi deadline
- Kerja sama dalam tim
- Presentasi dan komunikasi
- Menyelesaikan masalah
- Menerima revisi
- Dan yang paling penting: tetap lanjut meskipun kadang capek
Kelihatannya sederhana, tapi hal-hal seperti itu justru yang paling terasa setelah semuanya selesai.
IPK 3,82, Senang? Jelas
Saya tentu senang bisa menyelesaikan kuliah dengan IPK 3,82.
Tapi kalau ditanya apa bagian paling membanggakan dari proses ini, mungkin bukan angkanya saja.
Lebih ke fakta bahwa saya bisa menyelesaikan semuanya sampai akhir.
Karena selama kuliah, tentu nggak semua hari berjalan mulus.
Ada masa semangat.
Ada masa capek.
Ada masa merasa tugas nggak selesai-selesai.
Ada juga saat harus membagi fokus dengan aktivitas lain di luar kampus.
Jadi ketika akhirnya melihat semuanya selesai, rasanya lebih ke:
“Oh, ternyata bisa juga sampai sini.”
Yudisium Bukan Berarti Selesai Belajar
Yang cukup terasa setelah yudisium adalah ternyata selesai kuliah bukan berarti selesai belajar.
Justru rasanya sekarang mulai masuk ke fase yang berbeda.
Kalau selama kuliah arah belajarnya masih cukup jelas karena ada mata kuliah, dosen, tugas, dan jadwal, setelah lulus kita harus lebih banyak menentukan sendiri mau berkembang ke arah mana.
Dan menurut saya, ini justru bagian yang menarik.
Ilmu yang didapat selama kuliah menjadi dasar.
Setelah itu tinggal bagaimana saya terus mengembangkan skill, menambah pengalaman, dan mencoba hal-hal baru di dunia kerja.
Terima Kasih untuk Prosesnya
Kalau boleh jujur, selama menjalani kuliah tentu pernah ada fase pengin cepat selesai.
Tapi setelah benar-benar selesai, malah jadi sedikit kangen dengan prosesnya.
Deadline.
Tugas.
Presentasi.
Ngoding sampai malam.
Revisi.
Diskusi.
Semua yang dulu terasa melelahkan, sekarang justru jadi bagian dari cerita.
Mungkin memang seperti itu.
Saat masih dijalani rasanya berat.
Begitu selesai, baru sadar ternyata banyak hal yang bisa disyukuri.
Setelah Ini?
Yudisium bukan garis akhir.
Buat saya, ini lebih seperti tanda kalau satu tahap sudah selesai dan sekarang waktunya masuk ke tahap berikutnya.
Dari mahasiswa Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak menjadi seorang fresh graduate dengan gelar S.Tr.Kom.
Masih banyak yang harus dipelajari.
Masih banyak pengalaman yang ingin dicari.
Dan tentu masih banyak target berikutnya.
Tapi untuk sekarang, saya mau menikmati dulu satu kalimat sederhana:
Akhirnya yudisium juga.
Satu tahap selesai.
Saatnya lanjut ke perjalanan berikutnya.