Kerja sambil kuliah jadi salah satu fase yang cukup berkesan buat saya.
Waktu itu saya menjalani kuliah sambil kerja part-time. Awalnya sederhana saja, saya ingin punya pengalaman, punya penghasilan sendiri, dan sekalian belajar seperti apa dunia kerja sebenarnya.
Tapi setelah dijalani, ternyata kerja sambil kuliah bukan cuma soal “bisa bagi waktu atau nggak”.
Ada banyak hal kecil yang justru baru terasa penting setelah saya jalanin sendiri.
Belajar Bagi Waktu
Ini mungkin hal pertama yang paling terasa.
Ada saat ketika tugas kuliah lagi banyak, tapi pekerjaan juga tetap harus jalan. Kadang habis kuliah lanjut kerja, kadang malamnya masih harus buka laptop lagi untuk menyelesaikan tugas.
Nggak selalu rapi.
Kadang tetap keteteran juga.
Tapi lama-lama saya mulai belajar menentukan prioritas. Mana yang harus selesai dulu, mana yang masih bisa ditunda, dan kapan memang harus istirahat.
Dari situ saya mulai terbiasa mengatur waktu dengan lebih realistis.
Bukan berarti semuanya selalu selesai tepat sesuai rencana, tapi setidaknya saya belajar untuk nggak menumpuk semuanya di akhir.
Dunia Kerja Ternyata Bukan Cuma Soal Skill
Sebelum benar-benar kerja, saya pikir kemampuan teknis itu yang paling penting.
Ternyata setelah masuk ke dunia kerja, banyak hal lain yang sama pentingnya.
Misalnya:
- Datang tepat waktu
- Bisa komunikasi dengan orang lain
- Bertanya kalau belum paham
- Memberi kabar kalau ada kendala
- Mengecek ulang pekerjaan
- Menyelesaikan tanggung jawab sampai benar-benar selesai
Kelihatannya sederhana, tapi justru hal seperti ini yang sering terasa di pekerjaan sehari-hari.
Saya mulai sadar kalau orang yang bisa diandalkan itu bukan selalu orang yang paling pintar, tapi orang yang tahu tanggung jawabnya dan mau belajar.
Belajar dari Pekerjaan yang Kelihatannya Sederhana
Selama kerja, banyak pekerjaan yang sebenarnya kelihatan biasa saja.
Mulai dari pencatatan, pengecekan, stok, proses produksi, sampai membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan.
Tapi justru dari pekerjaan sederhana seperti itu saya belajar soal ketelitian.
Karena kadang kesalahan kecil bisa bikin pekerjaan berikutnya ikut terganggu.
Dari situ saya mulai terbiasa buat cek ulang sebelum merasa pekerjaan sudah benar-benar selesai.
Hal seperti ini menurut saya cukup berpengaruh sampai sekarang.
Capek Itu Pasti Ada
Kalau dibilang kerja sambil kuliah selalu seru, ya nggak juga.
Ada saatnya capek banget.
Ada hari ketika rasanya ingin pulang dan langsung tidur, tapi masih ada tugas kuliah yang belum selesai.
Ada juga momen ketika kerjaan dan tugas datang barengan.
Kalau sudah seperti itu, biasanya saya cuma mencoba menyelesaikan satu per satu.
Nggak usah semuanya dipikir sekaligus.
Karena semakin dipikir banyak, biasanya malah semakin berat.
Dari situ saya belajar kalau nggak semua kondisi harus ideal dulu baru kita bisa jalan.
Kadang ya tetap dikerjakan dulu sebisanya.
Kuliah dan Kerja Ternyata Saling Melengkapi
Satu hal yang baru saya sadari setelah menjalaninya cukup lama adalah kuliah dan kerja ternyata saling membantu.
Dari kuliah saya belajar teori, cara berpikir, dan bagaimana menyelesaikan masalah dengan lebih terstruktur.
Sedangkan dari kerja saya belajar bahwa kondisi nyata nggak selalu sesuai teori.
Kadang ada perubahan.
Kadang ada masalah yang nggak pernah dibahas di kelas.
Kadang harus lebih fleksibel.
Menurut saya, justru kombinasi keduanya yang membuat proses belajar jadi lebih terasa.
Saya nggak cuma belajar dari materi, tapi juga dari kondisi langsung.
Yang Paling Saya Rasakan Setelah Menjalaninya
Kalau sekarang saya lihat lagi ke belakang, kerja sambil kuliah ternyata memberikan lebih banyak pelajaran daripada yang saya bayangkan.
Bukan cuma soal pengalaman kerja.
Tapi juga soal:
- Manajemen waktu
- Tanggung jawab
- Ketelitian
- Komunikasi
- Disiplin
- Adaptasi
- Cara menghadapi tekanan kecil sehari-hari
Hal-hal ini mungkin nggak selalu terlihat besar, tapi menurut saya justru cukup penting ketika mulai masuk dunia kerja.
Apakah Saya Menyesal?
Nggak.
Memang ada capeknya.
Ada waktu yang harus dikorbankan.
Ada juga masa ketika rasanya ingin fokus ke satu hal saja.
Tapi saya tetap merasa pengalaman itu layak dijalani.
Karena buat saya, kerja sambil kuliah bukan cuma soal cari penghasilan atau menambah satu baris di CV.
Lebih dari itu, fase itu membantu saya lebih cepat mengenal tanggung jawab dan dunia kerja sebelum benar-benar lulus.
Sekarang setelah fase itu selesai, saya justru cukup bersyukur pernah melewatinya.
Capek, iya.
Tapi banyak juga hal yang saya bawa sampai sekarang.
Kerja sambil kuliah jadi salah satu fase yang cukup berkesan buat saya.
Waktu itu saya menjalani kuliah sambil kerja part-time. Awalnya sederhana saja, saya ingin punya pengalaman, punya penghasilan sendiri, dan sekalian belajar seperti apa dunia kerja sebenarnya.
Tapi setelah dijalani, ternyata kerja sambil kuliah bukan cuma soal “bisa bagi waktu atau nggak”.
Ada banyak hal kecil yang justru baru terasa penting setelah saya jalanin sendiri.
Belajar Bagi Waktu
Ini mungkin hal pertama yang paling terasa.
Ada saat ketika tugas kuliah lagi banyak, tapi pekerjaan juga tetap harus jalan. Kadang habis kuliah lanjut kerja, kadang malamnya masih harus buka laptop lagi untuk menyelesaikan tugas.
Nggak selalu rapi.
Kadang tetap keteteran juga.
Tapi lama-lama saya mulai belajar menentukan prioritas. Mana yang harus selesai dulu, mana yang masih bisa ditunda, dan kapan memang harus istirahat.
Dari situ saya mulai terbiasa mengatur waktu dengan lebih realistis.
Bukan berarti semuanya selalu selesai tepat sesuai rencana, tapi setidaknya saya belajar untuk nggak menumpuk semuanya di akhir.
Dunia Kerja Ternyata Bukan Cuma Soal Skill
Sebelum benar-benar kerja, saya pikir kemampuan teknis itu yang paling penting.
Ternyata setelah masuk ke dunia kerja, banyak hal lain yang sama pentingnya.
Misalnya:
- Datang tepat waktu
- Bisa komunikasi dengan orang lain
- Bertanya kalau belum paham
- Memberi kabar kalau ada kendala
- Mengecek ulang pekerjaan
- Menyelesaikan tanggung jawab sampai benar-benar selesai
Kelihatannya sederhana, tapi justru hal seperti ini yang sering terasa di pekerjaan sehari-hari.
Saya mulai sadar kalau orang yang bisa diandalkan itu bukan selalu orang yang paling pintar, tapi orang yang tahu tanggung jawabnya dan mau belajar.
Belajar dari Pekerjaan yang Kelihatannya Sederhana
Selama kerja, banyak pekerjaan yang sebenarnya kelihatan biasa saja.
Mulai dari pencatatan, pengecekan, stok, proses produksi, sampai membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan.
Tapi justru dari pekerjaan sederhana seperti itu saya belajar soal ketelitian.
Karena kadang kesalahan kecil bisa bikin pekerjaan berikutnya ikut terganggu.
Dari situ saya mulai terbiasa buat cek ulang sebelum merasa pekerjaan sudah benar-benar selesai.
Hal seperti ini menurut saya cukup berpengaruh sampai sekarang.
Capek Itu Pasti Ada
Kalau dibilang kerja sambil kuliah selalu seru, ya nggak juga.
Ada saatnya capek banget.
Ada hari ketika rasanya ingin pulang dan langsung tidur, tapi masih ada tugas kuliah yang belum selesai.
Ada juga momen ketika kerjaan dan tugas datang barengan.
Kalau sudah seperti itu, biasanya saya cuma mencoba menyelesaikan satu per satu.
Nggak usah semuanya dipikir sekaligus.
Karena semakin dipikir banyak, biasanya malah semakin berat.
Dari situ saya belajar kalau nggak semua kondisi harus ideal dulu baru kita bisa jalan.
Kadang ya tetap dikerjakan dulu sebisanya.
Kuliah dan Kerja Ternyata Saling Melengkapi
Satu hal yang baru saya sadari setelah menjalaninya cukup lama adalah kuliah dan kerja ternyata saling membantu.
Dari kuliah saya belajar teori, cara berpikir, dan bagaimana menyelesaikan masalah dengan lebih terstruktur.
Sedangkan dari kerja saya belajar bahwa kondisi nyata nggak selalu sesuai teori.
Kadang ada perubahan.
Kadang ada masalah yang nggak pernah dibahas di kelas.
Kadang harus lebih fleksibel.
Menurut saya, justru kombinasi keduanya yang membuat proses belajar jadi lebih terasa.
Saya nggak cuma belajar dari materi, tapi juga dari kondisi langsung.
Yang Paling Saya Rasakan Setelah Menjalaninya
Kalau sekarang saya lihat lagi ke belakang, kerja sambil kuliah ternyata memberikan lebih banyak pelajaran daripada yang saya bayangkan.
Bukan cuma soal pengalaman kerja.
Tapi juga soal:
- Manajemen waktu
- Tanggung jawab
- Ketelitian
- Komunikasi
- Disiplin
- Adaptasi
- Cara menghadapi tekanan kecil sehari-hari
Hal-hal ini mungkin nggak selalu terlihat besar, tapi menurut saya justru cukup penting ketika mulai masuk dunia kerja.
Apakah Saya Menyesal?
Nggak.
Memang ada capeknya.
Ada waktu yang harus dikorbankan.
Ada juga masa ketika rasanya ingin fokus ke satu hal saja.
Tapi saya tetap merasa pengalaman itu layak dijalani.
Karena buat saya, kerja sambil kuliah bukan cuma soal cari penghasilan atau menambah satu baris di CV.
Lebih dari itu, fase itu membantu saya lebih cepat mengenal tanggung jawab dan dunia kerja sebelum benar-benar lulus.
Sekarang setelah fase itu selesai, saya justru cukup bersyukur pernah melewatinya.
Capek, iya.
Tapi banyak juga hal yang saya bawa sampai sekarang.
Kerja sambil kuliah jadi salah satu fase yang cukup berkesan buat saya.
Waktu itu saya menjalani kuliah sambil kerja part-time. Awalnya sederhana saja, saya ingin punya pengalaman, punya penghasilan sendiri, dan sekalian belajar seperti apa dunia kerja sebenarnya.
Tapi setelah dijalani, ternyata kerja sambil kuliah bukan cuma soal “bisa bagi waktu atau nggak”.
Ada banyak hal kecil yang justru baru terasa penting setelah saya jalanin sendiri.
Belajar Bagi Waktu
Ini mungkin hal pertama yang paling terasa.
Ada saat ketika tugas kuliah lagi banyak, tapi pekerjaan juga tetap harus jalan. Kadang habis kuliah lanjut kerja, kadang malamnya masih harus buka laptop lagi untuk menyelesaikan tugas.
Nggak selalu rapi.
Kadang tetap keteteran juga.
Tapi lama-lama saya mulai belajar menentukan prioritas. Mana yang harus selesai dulu, mana yang masih bisa ditunda, dan kapan memang harus istirahat.
Dari situ saya mulai terbiasa mengatur waktu dengan lebih realistis.
Bukan berarti semuanya selalu selesai tepat sesuai rencana, tapi setidaknya saya belajar untuk nggak menumpuk semuanya di akhir.
Dunia Kerja Ternyata Bukan Cuma Soal Skill
Sebelum benar-benar kerja, saya pikir kemampuan teknis itu yang paling penting.
Ternyata setelah masuk ke dunia kerja, banyak hal lain yang sama pentingnya.
Misalnya:
- Datang tepat waktu
- Bisa komunikasi dengan orang lain
- Bertanya kalau belum paham
- Memberi kabar kalau ada kendala
- Mengecek ulang pekerjaan
- Menyelesaikan tanggung jawab sampai benar-benar selesai
Kelihatannya sederhana, tapi justru hal seperti ini yang sering terasa di pekerjaan sehari-hari.
Saya mulai sadar kalau orang yang bisa diandalkan itu bukan selalu orang yang paling pintar, tapi orang yang tahu tanggung jawabnya dan mau belajar.
Belajar dari Pekerjaan yang Kelihatannya Sederhana
Selama kerja, banyak pekerjaan yang sebenarnya kelihatan biasa saja.
Mulai dari pencatatan, pengecekan, stok, proses produksi, sampai membantu memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan.
Tapi justru dari pekerjaan sederhana seperti itu saya belajar soal ketelitian.
Karena kadang kesalahan kecil bisa bikin pekerjaan berikutnya ikut terganggu.
Dari situ saya mulai terbiasa buat cek ulang sebelum merasa pekerjaan sudah benar-benar selesai.
Hal seperti ini menurut saya cukup berpengaruh sampai sekarang.
Capek Itu Pasti Ada
Kalau dibilang kerja sambil kuliah selalu seru, ya nggak juga.
Ada saatnya capek banget.
Ada hari ketika rasanya ingin pulang dan langsung tidur, tapi masih ada tugas kuliah yang belum selesai.
Ada juga momen ketika kerjaan dan tugas datang barengan.
Kalau sudah seperti itu, biasanya saya cuma mencoba menyelesaikan satu per satu.
Nggak usah semuanya dipikir sekaligus.
Karena semakin dipikir banyak, biasanya malah semakin berat.
Dari situ saya belajar kalau nggak semua kondisi harus ideal dulu baru kita bisa jalan.
Kadang ya tetap dikerjakan dulu sebisanya.
Kuliah dan Kerja Ternyata Saling Melengkapi
Satu hal yang baru saya sadari setelah menjalaninya cukup lama adalah kuliah dan kerja ternyata saling membantu.
Dari kuliah saya belajar teori, cara berpikir, dan bagaimana menyelesaikan masalah dengan lebih terstruktur.
Sedangkan dari kerja saya belajar bahwa kondisi nyata nggak selalu sesuai teori.
Kadang ada perubahan.
Kadang ada masalah yang nggak pernah dibahas di kelas.
Kadang harus lebih fleksibel.
Menurut saya, justru kombinasi keduanya yang membuat proses belajar jadi lebih terasa.
Saya nggak cuma belajar dari materi, tapi juga dari kondisi langsung.
Yang Paling Saya Rasakan Setelah Menjalaninya
Kalau sekarang saya lihat lagi ke belakang, kerja sambil kuliah ternyata memberikan lebih banyak pelajaran daripada yang saya bayangkan.
Bukan cuma soal pengalaman kerja.
Tapi juga soal:
- Manajemen waktu
- Tanggung jawab
- Ketelitian
- Komunikasi
- Disiplin
- Adaptasi
- Cara menghadapi tekanan kecil sehari-hari
Hal-hal ini mungkin nggak selalu terlihat besar, tapi menurut saya justru cukup penting ketika mulai masuk dunia kerja.
Apakah Saya Menyesal?
Nggak.
Memang ada capeknya.
Ada waktu yang harus dikorbankan.
Ada juga masa ketika rasanya ingin fokus ke satu hal saja.
Tapi saya tetap merasa pengalaman itu layak dijalani.
Karena buat saya, kerja sambil kuliah bukan cuma soal cari penghasilan atau menambah satu baris di CV.
Lebih dari itu, fase itu membantu saya lebih cepat mengenal tanggung jawab dan dunia kerja sebelum benar-benar lulus.
Sekarang setelah fase itu selesai, saya justru cukup bersyukur pernah melewatinya.
Capek, iya.
Tapi banyak juga hal yang saya bawa sampai sekarang.